Sudah sering kita dengar bahwa kota-kota besar semakin lama semakin banjir. Kalau Jakarta karena ibukota jadi jangan ditanya, karena sudah pasti nomor satu dan jagoan banjir. Kota-kota lain pun berpacu untuk mengikuti perkembangan Jakarta dan juga jadi semakin banjir. Saya sudah tulis dalam artikel “Saluran Got Bukan Tempat Sampah” bahwa kita jelas tidak boleh buang sampah sembarangan karena semua sampah dan air kita akhirnya akan bermuara dari got, ke kali, ke sungai, ke danau, dan semua akhirnya ke laut. Kita perlu memikirkan membuat taman resapan air kecil-kecilan di depan rumah kita karena semua hal kecil ini pun akan membantu memperlambat arus air sehingga memperlambat banjir.

Gambar di bawah ini menjelaskan hubungan antara resapan dan juga penghalangnya seperti aspal, rumah, gedung dan jalanan.

Gambar ini disadur dari website USDA mengenai halangan resapan air ke dalam tanah. Semakin banyak taman dan resapan maka resapan air ke dalam tanah pun semakin baik. Sebenarnya logika ini semua orang pun pasti tahu, tetapi banyak yang pura-pura tidak mau tahu hingga mendapatkan data yang lebih baik seperti melihat gambar ini.

Harapannya adalah dengan mengerti hal ini maka dimanapun tempatnya maka anda dapat ikut memberi kontribusi untuk menambah air tanah dengan menambah resapan-resapan air. Bisa dengan membuat taman, lubang bio-pori, menggunakan paving block, dll. Dengan hal ini maka seperti illustrasi di bawah ini maka air tidak akan terlalu deras ke jalanan yang akhirnya balik lagi akan membuat banjir.

Yang juga sering terlupa dan terlena adalah juga menjaga kebersihan lingkungan rumah kita terutama agar tidak ada sampah dalam saluran got. Minimal depan rumah kita saja, tidak usah mengurusi tetangga yang jorok.

Sumber: http://akuinginhijau.org/